The BREADWINNER: A [Film] Review

Views:  157

Once upon a time in far away land, there lived a young girl named PARVANA.

Malah kayak mau story telling wkwk.

Okay, BREADWINNER ini menceritakan tentang kisah pilu seorang gadis kecil bernama Parvana yang tinggal di tengah konflik Afghanistan di mana Taliban menguasai sebagian wilayah.

Parvana bersama Ayahnya.. NURULLAH ALIZAI, harus menjual beberapa barang berharganya di pinggir jalan hanya untuk bertahan hidup. Namun, semua itu tidaklah mudah, Parvana yang merupakan anak gadis, di masa itu sesungguhnya tidak boleh menarik perhatian di tengah kerumunan, akan tetapi datang sesuatu yang menyebabkan Parvana harus menjadi pusat perhatian dan membuat Sang Ayah harus dipenjara dengan paksa. Dalam adegan ini saja kita sudah dibuat mendidih dengan kelakuan para Taliban, apalagi salah satu dari mereka sungguh tidak tau diri dan berterima kasih.

Semenjak Sang Kepala Rumah Tangga dipenjara, kehidupan Parvana bersama Sang Ibu, Kakak perempuan yang bernama SORAYA, dan adik laki-laki yang masih balita bernama ZAKY ini benar-benar pincang. Bagaimana tidak, peraturan ketat yang mengharuskan wanita hanya boleh keluar rumah jika didampingi oleh mahramnya saja, membuat mereka kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari. Di sini nanti akan ada adegan yang sangat tidak manusiawi sehingga membuat kita semakin murka dengan ulah keji para Taliban. Maybe hal ini yang menyebabkan film ini biarlah menjadi sebuah animasi saja karena jika dibuat versi Live Actionnya akan banyak sekali adegan yang terlalu memilukan.

Ya Allah.. Ga tega BGT liatnya.. 😭

Jujur saja hatiku lebih hancur berantakan menyaksikan BREADWINNER ini daripada Joker (bukan bermaxud membandingkan keduanya, tapi memang auto teringat derita Arthur Fleck yang masih belum seberapa dengan apa yang harus dihadapi Parvana kecil dan keluarganya tanpa sosok Ayah).

Mengalami semua kejadian berat itu, menginspirasi Parvana untuk mengubah penampilannya menyerupai anak laki-laki mulai dari memotong pendek rambut panjangnya, mengenakan pakaian anak laki-laki, hingga bekerja keras menjadi tulang punggung keluarga? Jika ada yang langsung berpikiran bahwa wanita tidak boleh berpenampilan seperti lelaki, saya juga paham akan hal itu, namun kondisi di sini berbeda.

Parvana satu-satunya yang masih terbilang “aman” untuk menyamar daripada Ibunya atau Kakak perempuannya yang telah tumbuh dewasa. Dalam perjuangannya tersebut, Parvana tidak sendirian, ada lagi anak perempuan yang senasib dengannya, bahkan dalam beberapa hal Sahabatnya tersebut jauh lebih menderita. Dari sini saja kita bisa ambil hikmah bahwa setiap manusia memang memiliki ujiannya masing-masing. So, jangan pernah berpikir bahwa kita adalah orang yang paling menderita di dunia ini. Semua ujian telah Allah sesuaikan dengan kemampuan hamba-NYA.

Salah satu poin unik dalam BREADWINNER adalah selain menceritakan kisah Parvana, film ini juga menampilkan Dongeng yang dikarang oleh Parvana untuk adiknya, Zaki. Kisahnya tentang pemuda yang selalu diikuti oleh makhluk menyeramkan, berbekal cermin ajaib, ia memiliki misi menuju sarang monster. Animasi tentang Story Telling Parvana di sini dibuat unik bahkan sesekali kocak..Walaupun tetap saja pada akhirnya kisah ini sukses menguras air mata juga saat kita menyadari siapa tokoh yang menginspirasi Parvana.

Ya Rabb, kenapa saya bisa se-Baper ini.. 😭

Well, film ini memang sempat bersaing dengan COCO di ajang OSCAR, saat itu saya belum “ngeh” dengan BREADWINNER dan malah sangat jatuh hati pada COCO yang Spanish BGT dan sama-sama mengisahkan tentang Daddy – Daughter, ditambah gara-gara COCO jadi naksir ama Carlos Rivera, Sang Pelantun lagu Recuérdame (Remember Me). Tapi setelah terbrainwash Nampolfilm yang katanya Breadwinner much better daripada COCO, barulah tergerak untuk menonton Animasi yang diangkat dari Novel karya DEBORAH ELLIS ini.

Okay, mari sedikit membandingkan Breadwinner dengan Coco, aselinya saya suka keduanya. Seharusnya mereka tidak bersaing di satu ajang di waktu yang sama. Keduanya berhak menang. Namun, memang setelah menyaksikan Breadwinner rasanya film ini lebih menyentuh sisi kemanusiaan kita, kita tau konflik seperti itu tidak hanya terjadi di Afganistan saja tapi juga masih banyak anak-anak dan wanita yang berjuang hidup di tanah konflik yang tidak berkesudahan. Breadwinner dengan segala kesederhanaannya bahkan bisa kita lihat, animasi 2 dimensi nya (semisal jari-jari) itu terlihat so simple but so deep. Memang jika dibandingkan dengan COCO yang animasi 3D, menjadi kurang dilirik dan bahkan terkesan kurang menarik, tetapi jika mau menontonnya, BREADWINNER ini sanggup membuat kita jauh lebih mensyukuri kehidupan kita. No Matter What..

Saya selalu jatuh hati pada kisah anak-anak tangguh seperti Parvana, sebut saja Zain di Capernaum, ada Ayla Daughter of War, lalu Ali & Zahra dalam Children of Heaven. Dari mereka kita bisa belajar untuk bisa menjadi insan yang lebih kuat lagi. Ujian akan terus datang pada kita selagi kita masih hidup di dunia ini. Tetapi yakinlah selalu bahwa kita pasti bisa melewati semua itu karena Allah tidak akan memberikan ujian di luar kemampuan Hamba-Nya. Ingat selalu juga bahwa bersama dengan kesulitan pasti ada kemudahan. Terimakasih untuk Nora Twomey Sang Sutradara, Angelina Jolie sebagai Produser eksekutif dan Deborah Ellis Sang Penulis.

And of course all of casts and crews..

Standing Applause for all of you.. 👏👏👏


Movie Shot

Komentar