新品! JEPANG DENGAN RASA LOKAL

Views:  7

BANTUL, YOGYAKARTA – Selain istimewa, Yogyakarta memang tidak pernah kehabisan ide. Jepang dengan rasa lokal? Inilah dia wisata baru Kota Bantul dengan nama Kalinampu Natural Park yang dikelola swadaya oleh para pemuda setempat dengan menghadirkan suasana ala negeri sakura.

“Ada seorang bapak yang sudah tinggal di sini selama 33 tahun, tapi baru kali ini melihat eceng gondok yang hidup di tepian sungai opak berbunga dan mekar secara serempak,” ujar Doni, pemuda yang juga ikut merintis wisata enceng gondok di Kalinampu, Rabu (23/10/2019).

Ia juga mengatakan bahwa awalnya lokasi ini adalah tempat tongkrongan warga desa, kemudian karena dilihat bagus muncul inisiatif dari organisasi pemudi setempat yakni Imika (Ikatan Muda-mudi Islam Kalinanggu) untuk di sulap menjadi tempat wisata, tentunya dengan bantuan bapak-bapak dan dukungan warga didaerah tersebut. Uniknya semua elemen warga di sini bekerja dengan sistem gotong royong, suka rela tanpa dibayar. Hal inilah yang menjadikan jam operasionalnya pun fleksibel. Akan tetapi, khusus di hari weekend para warga sudah stand by dari pukul 6 pagi.

Destinasi ini ramai dikunjungi remaja terutama di akhir pekan. Bahkan pernah mencapai 100 – 200 pengunjung/hari. Untuk bisa berfoto di tempat ini para pengunjung dikenakan tarif masuk lima ribu rupiah untuk kendaraan roda dua dan sepuluh ribu rupiah untuk kendaraan roda empat. Hanya butuh kurang dari empat puluh menit dari daerah Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) untuk sampai ke wisata Kalinampu ini.

Wisata ini juga menyediakan perahu yang bisa menampung 8 – 10 orang untuk menikmati sensasinya Jepang rasa lokal dari atas air. Pengunjung cukup membayar sepuluh ribu rupiah perorang. Di sana disediakan pula properti dan spot foto seperti gerbang tori ala Jepang, kimono serta lengkap dengan payungnya demi menambah suasana kental ala Jepang. Sehingga para pengunjung bisa bergaya maksimal seperti sedang liburan ke negeri sakura tersebut, padahal nyatanya berada di Kota Bantul.

Pengunjung cukup membayar dua puluh lima ribu rupiah untuk kimono lengkap dengan kipas dan payungnya. Sedangkan jika hendak meminjam payungnya saja tidak dipatok harga dengan kata lain sukarela. Dana sukarela sewa payung ini nantinya akan diberikan kepada mbah-mbah janda dan juga anak yatim.

Selain itu penghasilan dari wisata ini akan di masukan ke dalam kas dan juga ada rencana apabila disetujui, nanti dana tersebut akan dialokasikan untuk membantu kekeringan di Dlingo. Bagaimana tertarik untuk mampir?

Reporter: Aulia Afifah

Editor: Rizki


Wisata

Komentar