GHOST STORIES (2018)

Views:  153

THE BRAIN SEES WHAT IT WANTS TO SEE..

Otak melihat apa yang ingin dilihat.. Yeah.. Tagline inilah yang menjadi tema utama GHOST STORIES.. Film ini merupakan film horror British yang dibintangi oleh dua aktor British favourite yaitu Martin Freeman (My John Watson) and Alex Lawther (My Young Alan Turing).. Dari duo pemain itu aja saya sudah optimis kalau film ini pasti smart.. And it’s all true.. Film ini benar-benar sukses menampilkan film horror psikologis yang cerdas dan bahkan menyadarkan kita akan banyak hal dan menjadi pribadi yang lebih positif lagi.. Well, kisah ini bermula dari Professor Philip Goodman (Andy Nyman) yang meyakini bahwa semua kejadian supranatural itu pasti ada penjelasan ilmiahnya dan para cenayang itu hanya membodohi masyarakat saja.. Pasti ada trik di balik aksi – aksi para paranormal.. It’s a magic trick, John.. Eh salah.. Ini bukan Sherlock BBC.. Dan pemahaman ini juga semakin kuat saat Goodman sukses menguak kebusukan cenayang palsu, Mark Van Rhys, yang kondang se-UK..

Apa yang dilakukan Goodman itu tentu saja membuatnya semakin keras kepala dan paling benar.. Ia selalu meyakini bahwa hidup kita tidak perlu diatur oleh kekuatan takhayul.. Dia juga menjelaskan bahwa perasaan kehilangan orang tercinta kita yang meninggal dan menghilang begitu saja memang sangat mengerikan (dan fenomena ini malah sering dimanfaatkan oleh cenayang palsu yang seolah memberikan harapan bagi yang masih hidup), dan rasa takut itu disebut sebagai teror eksistensial.. Teori ini ia dapatkan dari Dr. CHARLES CAMERON yang merupakan panutannya..Suatu hari, Goodman menerima pesan yang memintanya untuk menemui Sang Pengirim pesan ke sebuah alamat.. Rasa penasaran pun membawa Goodman benar-benar menemui alamat tersebut.. Sesampainya di sana ia diminta untuk menangani 3 kasus supranatural yang harus ia selesaikan..

Case 01 TONY MATTHEWS
Seorang petugas malam yang memiliki anak perempuan penyuka Alfred Hitchcock yang mengidap “Sindrom Terkunci”.. Sindrom di mana matanya tetap terbuka namun tidak sadar.. Tony pun, menjadi ragu apakah putrinya menyadari kehadirannya atau tidak.. Hingga akhirnya ia mulai tidak menemui putrinya sampai 5 tahun lamanya.. And then, Tony pun mengalami hal supranatural yang pada akhirnya menyadarkannya untuk kembali kepada Putri kesayangannya, Marnie.. Hikss.. Tissue Please.. It’s so healing her..

Case 02 SIMON RIFKIND (Alex Lawther) bacanya RIFKIN yaa.. Bukan RIFKAIN
Seorang remaja putra berasal dari keluarga broken home, sangat terlihat depresi dan suatu hari ia juga mengalami kejadian supranatural di hutan, bahkan ia juga melakukan penelitian terhadap iblis dan mengambil banyak gambar dari Internet untuk ditempel di dinding kamarnya.

Melanjutkan Case 2 dari Simon Rifkind, acting si Alex Lawther memang luar biasa.. Nampaknya remaja satu ini memang berbakat memerankan sosok pria culun, depresi, dan selalu diselimuti oleh ketakutan di pikirannya..

Dari dua kasus tersebut, Goodman mengambil kesimpulan bahwa Otak melihat apa yang ingin dilihat, adalah benar.. Tony seorang alkoholik yang bergulat dengan rasa sedih tak tertahankan, sementara Simon adalah pemuda rapuh berasal dari keluarga yang tidak harmonis, yang bisa membuatnya sakit jiwa (auto keinget Joker nie).. Goodman juga meyakini betapa mudahnya merasa bingung saat kehilangan kepercayaan atas prinsip kita sendiri, terutama saat kita lelah dan emosional,, serta sakit..

Case 03 MIKE PRIDDLE (Martin Freeman)
Mengisahkan tentang suami sekaligus ayah yang mengalami tragedi berat menimpa Istri dan anaknya.. Dan finally ia harus berhadapan dengan fenomena Poltergeist yang langsung dibantah oleh Goodman bahwa tidak ada bukti yang mendukung fenomena tersebut.. Nah, mulai kasus ketiga inilah sedikit demi sedikit masa lalu kelam Goodman terungkap dengan sangat cerdas.. Dan wow..!! JOHN you Did it..! Something that Sherlock did too.. Haha.. Martin Freeman memang salah satu aktor yang actingnya juga tidak diragukan lagi.. Bagaimana ia membawakan sosok Mike Priddle saat “menampar” Goodman dan menjelaskan bahwa dari semua ucapan pintar Goodman, dia jauh lebih ketakutan dari siapapun.. Sebenarnya apa yang ia lakukan dalam hidupnya, sama sekali tidak membantu orang lain, dan hanya upayannya saja untuk lari dari ketakutan terbesarnya..

Film horror ini memang paket komplit, selain kisahnya yang cerdas dan menampar kita sebagai manusia yang memang tidak bisa lepas dari rasa takut akan pengalaman menyakitkan atau trauma.. Jumscare dan scoringnya juga juwarakk.. Seriously, kalau nonton di bioskop dengan sound dolby atmos pasti akan sukses membuat duduk tak tenang dan berkali-kali teriak dan tahan nafas.. Film ini menegaskan bahwa keberadaan “mereka” memang ada, dan kita juga harus tetap menghargai mereka yang mengalami kejadian supranatural, berusaha mengambil hikmahnya, perbanyaklah pertahanan diri melalui keyakinan masing-masing.. Salah satu quotes dalam film MAKMUM yang kurang lebihmengatakan bahwa banyak orang yang menganggap bahwa siapapun yang mengalami kejadian supranatural adalah orang lemah.. Padahal malah kita bisa belajar banyak darinya..

RATING : 4/5


Komentar