Egnoid, Segera..

Views:  303

Eggnoid ini memiliki kisah yang sangat unik dan fresh karena memiliki unsur Science Fiction. Dalam dunia perfilman Indonesia, tentu saja film ini merupakan hal baru karena belum banyak yang mengangkat tema Sci-Fi.

Diangkat dari Webtoon dengan judul yang sama karya Archie The Red Cat, Eggnoid berkisah tentang Ran dan Eggy, Ran merupakan gadis yatim piatu yang kerap merasa kesepian, selalu dirundung kesedihan dan terlihat sangat berantakan. Lalu semuanya berubah saat Eggy datang dari masa depan menggunakan Eggpod yang berbentuk seperti telur dan membawa misi memberikan kebahagiaan bagi Ran, masternya di masa itu.

Dua tahun menjalin persahabatan memang sangat rentan terbawa perasaan. Sayangnya, Eggy bukan manusia biasa. melainkan Eggnoid yang memiliki aturan-aturan yang tidak boleh dilanggar, yaitu tidak diperbolehkan jatuh cinta dengan masternya, Ran. Berat BGT ya?

Kehadiran Anggika dan Luna Maya di sini juga memberikan kesegaran tersendiri. Anggika yang berperan sebagai Tania, Sahabat karib yang sering menjadi sasaran curhat Eggy mengenai kegalaunnya ini merupakan karakter tambahan yang tidak ada di komik.

Tania juga seorang entrepreneur muda, pemilik Kedai Es Krim kece yang perannya juga penting di film Eggnoid ini. Penampilan Tania yang harus memiliki rambut ombre biru ala manga ini juga menjadi pengalaman seru tersendiri bagi Anggika karena setelah proses syuting, ia harus rela memotong pendek rambutnya yang awalnya sepunggung menjadi sebahu.

Selanjutnya, tentu saja kehadiran Luna Maya sebagai Tantenya Ran yang masih terlihat sangat flawless dan sesekali mengundang tawa juga dengan aksinya yang kocak.

Film Eggnoid ini memang sangat fresh baik segi cerita, casts maupun visualisasinya.. Visinema memang sejauh ini tidak pernah mengecewakan dan selalu menampilkan yang terbaik dari para sineas yang fresh juga plus kreatif.

Salah satu dari beberapa keseruan saat syuting adalah proses penciptaan Eggpod, di mana ukurannya harus disesuaikan dengan body Morgan Oey. Mulai dari proses pengukuran, hingga diskusi dengan Studio Animasi Caravan guna menciptakan Eggpod yang beratnya mencapai 200 kg ini.

Berbeda dengan komiknya yang mana Eggpod ini memiliki sayap dan bersih, versi Live Action nya sengaja dibuat seperti di atas karena ingin menyiratkan pesan keadaan distopia di masa mendatang, dan seakan memberi peringatan kepada para penonton tentang betapa mengerikannya dunia masa depan jika kita tidak memperbaikinya dari sekarang.

Setelah Eggpod jadi, mulailah dilakukan sejumlah test dan ini juga tidak berjalan mulus begitu saja, tuas untuk membuka yang harus dikendalikan Morgan pun sempat berat dan disempurnakan kembali hingga mudah dibuka.

Morgan juga sempat mengungkapkan kepada @sakafmjogja bahwa pengalaman syuting adegan keluar dari Eggpod, di rooftop jam 2 pagi dengan telanjang dada, dalam kondisi basah, lalu mengatakan “MAMA” ini sangat berkesan dan sama sekali belum pernah terbayangkan sebelumnya. Bahkan, adegan “MAMA” ini paling banyak diulang-ulang, hingga akhirnya berhasil mendapatkan eskpresi yang paling pas. Salud!!!

Sebuah film yang mengandung unsur Romance memang kekuatannya ada pada chemistry kedua sejoli. Dan duet Morgan Sheila ini sangat sukses. Chemistry keduanya super duper kuat dan so sweet.

Bahkan kami pun bisa melihat langsung keakraban mereka di dunia nyata. Bisa dipastikan penonton akan hanyut dengan kenyataan apa saja yang harus mereka hadapi.

Sekali lagi, Visinema memberikan sajian yang sangat mewakili perasaan kita, terutama bagi yang pernah terjebak dalam “Sahabat jadi Cinta”, pernah kehilangan orang yang sangat kita sayangi, hingga menentukan pilihan berat dan bertentangan dengan kata hati. Belum lagi guncangan batin yang harus dialami oleh Ran, Ya Allah. Ini paling tearjerker. Siapin tissue yaa Sahabat. Terakhir nangis sehebat ini pas nonton Keluarga Cemara (awal tahun ini).

Okayy. Kenapa kalian harus BGT nonton film Eggnoid ini? Karena, kapan lagi coba kita nonton film bertemakan Science Fiction? Melalui Eggnoid ini, kita akan dibawa ke gambaran masa depan yang kondisinya sudah mengerikan, semoga mampu menyadarkan betul akan pentingnya menjaga kehidupan di masa sekarang ini.

Selain itu, pastinya film ini juga mengajarkan kasih sayang dan berbagi kebahagiaan pada sesama. Jadi, Sahabat ga punya alasan untuk skip film ini karena dari tokoh Ran dan Eggy, kita bisa belajar banyak, bagi yang pengen lebih bijak, lebih dewasa, mumpung akhir tahun nie, buruan ramein bioskop di hari pertama untuk bekal membuat resolusi 2020 kelak.

Semoga tahun depan, resolusi kita tercapai dan sukses menemukan kebahagiaan sejati kita masing-masing. Aamiin Ya Allah.

Membuat satu film bergenre Science Fiction minimal setahun sekali memang salah satu impian besar, Naya Anindita selaku Sutradara Film Eggnoid ini. Darinya kita juga bisa belajar bahwa impian tidak ada yang instant.

Bisa saja kita memiliki impian ini di tahun sekian tapi baru terkabul di tahun sekarang. Karena passion inilah saat pertama kali ditawarin untuk menggarap Eggnoid, Naya langsung excited. Ditambah Sang Producer, Nurita Anandia juga antusias mengerjakan project ini. Sehingga kerjasama antara para casts dan crews ini sangat kompak bahkan terlihat seperti keluarga. Hal seperti ini memang sangatlah penting dalam mengerjakan sebuah film. Proses damai. Hasil kece maksimal. Dan aura hangat itu sangat terpancar di film Eggnoid ini. Buktiin deh. Tanggal 5 Desember ini. Ok?


Review Film

Komentar